Kupas Tajam Antropologi bersama Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom
DESI PUSPA JUWITA / 21330040045/FH UNIVERSITAS MPU TANTULAR
hallo saya akan menjelaskan beberapa rangkuman yang saya dapat,
APA ITU ANTROPOLOGI???
ANTROPOLOGI adalah ilmu tentang manusia. Antropologi berasal dari kata Yunani άνθρωπος yang berarti "manusia" atau "orang", dan logos yang berarti "wacana" atau secara etimologis antropologi berarti ilmu yang mempelajari manusia.
Sederhananya, antropologi adalah ilmu yang mempelajari segala macam seluk beluk, unsur-unsur, kebudayaan yang dihasilkan dalam kehidupan manusia.
Tujuan praktis, yaitu mempelajari manusia dalam masyarakat di berbagai suku bangsa, demi membangun masyarakat itu sendiri. Objek kajian ilmu antropologi adalah manusia, baik itu dalam kedudukan sebagai individu, masyarakat, warga negara, suku bangsa, kebudayaan dan perilakunya.
Antropologi sebagai salah satu cabang ilmu sosial mempunyai bidang
kajian sendiri yang dapat dibedakan dengan ilmu sosial lainnya, seperti
sosiologi, ilmu ekonomi, ilmu politik, kriminologi dan lain-lainnya.
Antropologi juga dapat dikelompokkan ke dalam cabang ilmu humaniora.
FASE PERKEMBANGAN ANTROPOLOGI
abad ke 15 atau awal abad ke 16 (Koentjaraningrat, 1996). Dengan mengikuti
pembagian fase perkembangan antropologi menurut Koentjaraningrat dan
perkembangannya pada akhir-akhir ini, maka perkembangan antropologi
dapat dibagi ke dalam 5 (lima) fase perkembangan. Fase pertama berawal
dari akhir abad ke 15 dan awal abad ke 16 hingga sebelum abad ke 18. Fase
kedua terjadi sekitar pertengahan Abad ke 19, fase ketiga di sekitar awal
Abad ke 20, fase keempat terjadi sesudah tahun 1930-an, dan fase kelima
kira-kira sejak tahun 1970-an. Pembagian fase pertama hingga fase keempat
berasal dari Koentjaraningrat, sedangkan fase kelima berasal dari penulis
Baca selengkapnya di artikel "Definisi Antropologi dan Konsep-konsep Dasarnya", https://tirto.id/gakF
Baca selengkapnya di artikel "Definisi Antropologi dan Konsep-konsep Dasarnya", https://tirto.id/gakF
Baca selengkapnya di artikel "Definisi Antropologi dan Konsep-konsep Dasarnya", https://tirto.id/gakF
Baca selengkapnya di artikel "Definisi Antropologi dan Konsep-konsep Dasarnya", https://tirto.id/gakF
Macam-Macam jenis cabang disiplin ilmu anak turunan antropologi:
A. Antropologi Fisik
1. Paleoantrologi adalah ilmu yang mempelajari asal usul manusia dan evolusi manusia dengan cara meneliti fosil-fosil.
2. Somatologi adalah ilmu yang mempelajari keberagaman ras manusia dengan cara mengamati ciri-ciri fisik.
B. Antropologi Budaya
1. Prehistori adalah ilmu yang mempelajari sejarah penyebaran dan perkembangan budaya manusia mengenal tulisan.
2. Etnolinguistik antrologi adalah ilmu yang mempelajari suku-suku bangsa yang ada di dunia/bumi.
3. Etnologi adalah ilmu yang mempelajari asas kebudayaan manusia di dalam kehidupan masyarakat suku bangsa di seluruh dunia.
4. Etnopsikologi adalah ilmu yang mempelajari kepribadian bangsa serta peranan individu pada bangsa dalam proses perubahan adat istiadat dan nilai universal dengan berpegang pada konsep psikologi.
Di samping itu ada pula cabang ilmu antropologi terapan dan antropologi spesialisasi. Antropology spesialisasi contohnya seperti antropologi politik, antropologi kesehatan, antropologi ekonomi, dan masih banyak lagi yang lainnya.
BIDANG KAJIAN ANTROPOLOGI
Sub-sub bidang kajian antropologi dapat dikategorisasi menurut dua cara yakni menurut masalah yang dipelajari (budaya dan fisikal) dan menurut kurung waktu terjadinya fenomena yang dipelajari (lampau dan sekarang). Sub-sub bidang kajian antropologi dan cabang ilmu yang mempelajarinya menurut Stanley Wahburn yaitu:
A. ANTROPOLOGI RAGAWI
Mempelajari tentang evolusi manusia dan hubungan dengan hewan lain, khususnya primat, pada hakikatnya lebih dekat kepada biologi dari pada ilmu sosial. Namun demikian, para ilmuan antropologi budaya tergantung pada informasi dari ilmuwan ragawi mengenai unsur-unsur biologis yang unik pada manusia yang esensial dalam pembentukan kebudayaan. Sebaliknya para ilmuwan antropologi ragawi juga sangat tertarik pada ras manusia. Mereka mempergunakan berbagai konsep budaya untuk klasifikasi ras manusia.
B. ANTROPOLOGI BUDAYA DAN SOSIAL
Antropologi budaya mempelajari keseluruhan kebudayaan termasuk perubahan, akulturasi dan difusi kebudayaan sebaliknya konsep kunci dalam antropologi sosial adalah struktur sosial, bukan kebudayaan. Antropologi budaya memfokuskan diri pada pelacakan sejarah dari unsur-unsur kebudayaan, sedangkan antropologi sosial memfokuskan pada pencarian hukum-hukum dan generalisasi tentang lembaga-lembaga sosial. Dengan ringkas dapat dikatakan bahwa antropologi budaya lebih bersifat deskriptif historik, sedangkan antropologi sosial lebih bersifat eksplanatori.
C. ANTROPOLOGI ETNOGRAFI, ETNOLOGI, LINGUISTIC
Adalah 3 sub-bidang antropologi yang sangat berdekatan satu dengan yang lainnya. Etnografi adalah sub-bidang antropologi yang mendeskripsikan secara akurat kebudayaan-kebudayaan yang masih hidup sekarang. Etnologi menaruh perhatian untuk membanding-bandingkan dan menjelaskan kesamaan dan perbedaan antar sistem kebudayaan. Linguistik dikhususkan untuk mendeskripsi dan menganalisis bahasa-bahasa yang dipergunakan dalam berbagai kebudayaan.
D. ANTROPOLOGI ARKEOLOGI DAN PRAHISTORI
Adalah sub-bidang antropologi yang berusaha merekonstruksi sejarah masyarakat yang tak punya sejarah tertulis dengan cara menggali artifact (objek yang berupa benda buatan manusia) dan unsur-unsur kebudayaan-kebudayaan lainnya.
Ilmu antropologi berfungsi untuk mengembangkan pengetahuan tentang manusia baik secara fisik (biologis) maupun secara sosio-kultural.
Baca artikel detikedu, "Mengenal Antropologi: Cabang Ilmu, Objek, Fungsi, Tujuan, dan Manfaatnya" selengkapnya https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5857471/mengenal-antropologi-cabang-ilmu-objek-fungsi-tujuan-dan-manfaatnya.
Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
Ilmu antropologi berfungsi untuk mengembangkan pengetahuan tentang manusia baik secara fisik (biologis) maupun secara sosio-kultural.
Baca artikel detikedu, "Mengenal Antropologi: Cabang Ilmu, Objek, Fungsi, Tujuan, dan Manfaatnya" selengkapnya https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5857471/mengenal-antropologi-cabang-ilmu-objek-fungsi-tujuan-dan-manfaatnya.
Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
Ilmu antropologi berfungsi untuk mengembangkan pengetahuan tentang manusia baik secara fisik (biologis) maupun secara sosio-kultural.
Baca artikel detikedu, "Mengenal Antropologi: Cabang Ilmu, Objek, Fungsi, Tujuan, dan Manfaatnya" selengkapnya https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5857471/mengenal-antropologi-cabang-ilmu-objek-fungsi-tujuan-dan-manfaatnya.
Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
Pendekatan Ilmu Antropologi
Selain ruang lingkup antropologi, ada 5 metode atau pendekatan ilmu antropologi yang masing-masing memiliki hubungan, cara dan penerapannya yang khas. Kelima pendekatan ilmu antropologi itu antara lain:
1. Pendekatan holistik
Pendekatan holistik pada ilmu antropologi berarti menyeluruh. Maksudnya, pendekatan ilmu antropologi ini meneliti suatu masalah sosial budaya dalam rangka kehidupan masyarakat secara menyeluruh.
Pendekatan ilmu antropologi ini dikembangkan dalam masanya untuk masyarakat pedesaan kecil yang bisa mencakup seluruhnya. Metode ini juga digunakan dalam sebuah penelitian lapangan untuk jangka waktu yang cukup lama.
Menurut Sairin (2010), pendekatan ilmu antropologi ini menekankan pada pemahaman dari keseluruhan jaringan dari fenomena sosial masyarakat yang diteliti (structural functional analysis).
2. Pendekatan mikro
Pendekatan mikro ilmu antropologi merupakan konsekuensi dari penerapan pendekatan antropologi sebelumnya. Seorang antropolog harus mempelajari lebih rinci atau detail suatu masalah sampai terkumpul semua data yang sangat rinci dan konkrit mengenai masalah sosial budaya tertentu.
Data konkrit inilah yang bisa digunakan sebagai pedoman untuk menganalisis masalah-masalah serupa pada kasus lainnya. Sehingga, seorang antropolog akan mendapatkan pengertian umum yang lebih mendetail mengenai masalah sosial yang saling bersangkutan tersebut.
Menurut R. Firth, seorang antropolog Inggris mengatakan bahwa pendekatan ilmu antropologi mikro terhadap masalah sosial-budaya ini merupakan sifat yang khas dari ilmu antropologi dan malah menyebut ilmu antropologi sebagai “sosiologi mikro (micro sociology)”.
3. Pendekatan semiotik
Pendekatan ilmu antropologi semiotik ini lebih menekankan pada pemahaman kebudayaan sesuai pada interpretasi yang dilakukan oleh peneliti dari pandangan dasar subjek penelitian atau native’s point of view.
Menurut Sairin (2010), pendekatan ilmu antropologi semiotik semakin banyak digunakan akhir-akhir ini, terutama ketika munculnya tokoh antropologi seperti Goodenough dan Clifford Geertz.
Analisa dalam pendekatan ilmu antropologi semiotik ini bersifat thick description yang sangat ditekankan. Meskipun pendekatan atau metode yang digunakan antropolog berbeda-beda, tetapi biasanya mereka tetap melakukan penelitian dengan metode disebut kualitatif dengan observasi partisipasi (participant observation).
4. Pendekatan komparatif
Pendekatan ilmu antropologi komparatif ini menjadi metode yang biasa digunakan dalam ilmu antropologi sejak awal mula sejarah. Karena, antropologi selalu menghadapi beraneka ragam warna dan bentuk masyarakat, serta kebudayaannya.
Berbagai macam pendekatan ilmu komparatif atau perbandingan sudah dikembangkan, salah satunya adalah metode perbandingan lintang kebudayaan atau cross-cultural method.
Cara kerja metode perbandingan ini adalah menggunakan satu atau beberapa masalah sosial budaya yang serupa dalam suatu sampel atau contoh yang cukup besar dari kebudayaan-kebudayaan suku bangsa yang tersebar luas.
5. Metode behavioristik
Pendekatan ilmu antropologi behavioristik adalah pendekatan yang hampir mirip dengan metode komparatif sebelumnya. Menurut Sairin (2010), metode behavioristik dalam ilmu antropologi lebih mengarah pada penelitian yang bersifat komparasi dari behavior (tingkah laku) berbagai lapisan masyarakat.
Cara kerja metode behavioristik dalam ilmu antropologi ini menggunakan kombinasi psikoanalisa, learning theory, dan antropologi budaya.
Semoga membantu....Sampai Jumpa.....

Mantap penjelasannya mudah dipahami
BalasHapusTerimakasih
BalasHapusTerus menulis, menjadi karya Abadi . Tks
BalasHapus